India menjadi salah satu negara dengan tingkat populasi tertinggi. Hal ini juga yang menjadi salah satu sebab meningkatnya kemiskinan di negara ini. Tingkat kelahiran yang tinggi menyebabkan banyaknya anak yang yang menjadi yatim piatu, terlantar dan ditelantarkan oleh orangtuanya. Jumlahnya ada lebih dari 20 juta anak, 0.3% meninggal dan sisanya dibuang.
Walaupun diterpa kemiskinan, seorang bocah perempuan berumur 3 tahun ini tegar menjalani kerasnya kehidupan di India. Ia menjual pulpen. Harganya pun hanya 50 Rupee  atau sekitar 10.000 Rupiah. Saat sedang berjualan, ia didatangi seorang pria yang mau membeli pulpennya.
“Bang, tolong belilah pulpen untuk aku makan?” pintanya.
Pria itu pun langsung bertanya, ke mana ayah dan ibunya. Dengan polosnya gadis berpenampilan lusuh itu menjawab “aku tidak punya mama, tidak punya ayah.”
Ia tidak punya saudara, ia tinggal bersama bibinya yang mau merawatnya. Ia berjualan pulpen untuk membantu bibinya. Menurut gadis ini, uang yang ia dapat dari berjualan untuknya sendiri, bukan untuk bibinya. Sang bibi adalah adik dari ibunya.
Gadis yatim-piatu ini masih sekolah. Ia hanya libur pada hari Kamis. Jadi ia berjualan hari kamis saja.
Setelah bertanya banyak, pria ini membeli 5 pulpen berarti 500 Rupee. Pria ini tidak berniat membeli, ia hanya ingin memberikan sejumlah uang agar gadis kecil ini bisa membayar spp. Jadi ia tidak mengambil pulpennya.
Namun sungguh tak terduga, gadis ini memaksa pria itu untuk mengambil pulpen yang sudah dibeli. Pria ini pun meyakinkan si anak untuk membawa pulpennya. tidak menyerah juga, gadis kecil ini malah menaruh pulpennya di tempan pria itu berdiri dan ia berjalan pergi.