Pria ini bernama Muhammad Jusuf Hamka. Seorang pria keturunan Tionghoa yang memutuskan menjadi mualaf. Dia adalah pemilik dari warung nasi kuning Podjok Halal yang didirikan tanggal 6 Februari 2018. Harga nasi kuning yang dijualnya hanya senilai Rp 3,000 !

Harga yang murah ini diperuntukkan untuk warga yang tidak mampu. Namun dia tidak asal menjual nasi kuning. Walau dibanderol dengan harga yang sangat murah, nasi kuning ini diberi lauk pauk yang bergizi. Di kota besar Jakarta, sudah sulit ditemukan satu porsi makanan yang dapat dibeli dengan harga murah.
Maka Jusuf Hamka mendirikan warung nasi kuning ini untuk membantu mereka yang kekurangan. Sebagai bentuk pengabdiannya dan rasa syukur juga berterima kasih kepada Tuhan. Warung ini tidak memasak nasi dan lauk pauknya sendiri tapi Jusuf Hamka mengambil dari pedagang warung nasi sekitarnya.
Nasi kuning yang diambil dari pedagang lain harganya berkisar Rp 10,000 dan Rp 12,000. Kalau dilihat dari segi keuntungan, sudah pasti warung nasi miliknya rugi. Tapi Jusuf percaya bahwa ia sedang menabung hartanya di akhirat nanti. Di warung ini, semua orang sebenarnya diterima dan bagi orang yang lebih mampu, mereka akan membayar lebih sesuai keikhlasan mereka. Jika ada orang yang sama sekali tidak mampu, akan diberi gratis.
Jusuf bertemu dengan berbagai karakter manusia melalui warung miliknya ini. Ada orang kaya ikut membayar Rp 3,000 ada juga yang membayar Rp 5,000,000. Jusuf menerima siapa saja yang mau ikut bersedekah melalui warung itu dan membantu orang yang kekurangan. Warung nasi ini berawal dari kegiatan buka puasa gratis di tahun 2017. Menginjak usianya yang ke-60 tahun, Jusuf merasa berbuat baik itu tidak harus menunggu bulan Ramadhan. Sehingga dia memutuskan untuk melakukan kebaikan setiap hari.
Jusuf Hamka berharap pengusaha lain juga akan ikut ambil bagian untuk bersedekah kepada sesama. Ajaran yang diberikan oleh orangtuanya menjadi kunci mengapa dirinya kini memakai dirinya sebagai saluran berkat bagi sesama, “Memberi makan orang tidak akan membuat kita miskin.” Semoga kebaikan Jusuf Hamka dapat mendorong kita untuk melakukan kebaikan bagi sesama kita juga. Kebaikan tidak dilihat dari nilai mata uangnya namun ketika kita dapat memberi dengan kasih dan ikhlas. Semoga bermanfaat :)
Sumber : Kompas TV